Apel Pokja Lingkungan SDN Benhil 12 Jakarta Pusat

Jakarta Pusat- Sikap ramah lingkungan hidup benar-benar telah menjadi budaya warga SDN Benhil 12 Jakarta Pusat. Kesan itu didapat saat tim Jakarta Eco School bertandang ke sekolah yang berlokasi di Jalan Taman Bendungan Jatiluhur, Rabu (6/4) pagi. Saat itu, Kepala SDN Benhil 12 Jakarta Pusat Murliati sedang memimpin aktivitas sejenis apel. Bedanya, pada apel itu, kepala sekolah berjilbab itu sedang meminta laporan pelaksanaan kegiatan masing-masing kelompok kerja (Pokja) lingkungan hidup di sekolah itu.

pembinaan lingkungan hidup melalui media permainan ular tangga tema perubahan iklim

Satu per satu nama Pokja lingkungan hidup di sekolah itu dipanggil oleh Murliati. “Pokja kompos, bagaimana pelaksanaan tugas pagi ini?” tanya Murliati dengan menggunakan pengeras suara. Tidak lama berselang, salah seorang siswa dari Pokja yang bersangkutan menjawab bahwa pelaksanaan tugas berjalan dengan baik. “Semua anggota Pokja Kompos terlibat aktif. Ada penambahan jenis sampah dedaunan yang diolah menjadi kompos pagi ini,” jawab salah seorang siswa anggota Pokja Kompos SDN Benhil 12 Jakarta Pusat itu dengan tegas.

Pokja-pokja yang lainnya pun mendapat giliran menyampaikan pelaksanaan tugas Pokjanya masing-masing. Di sekolah ini ada 11 Pokja lingkungan hidup. Pokja tersebut adalah Pokja Taman Lalu Lintas, Pokja Biopori (lubang resapan), Pokja Kompos, Pokja Kantin dan Pokja Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Ada juga Pokja Energi, Pokja MCK, Pokja Sampah, Pokja Tanaman Obat, Pokja Kolam Ikan dan Pokja Jumantik. Masing-masing Pokja memiliki 8-9 anggota siswa kelas 4, 5 dan 6. Pokja tersebut melaksanakan tugasnya setiap hari khususnya saat istirahat dan setelah bel pulang sekolah.

Kepala SDN Benhil 12 Murliati ikut mendampingi para siswa yang bermain

Kepada tim Jakarta Eco School, Murliati menjelaskan bahwa bagi siswa kelas 1, 2 dan 3 sengaja belum dilibatkan dalam keanggota kelompok kerja. “Tapi pembiasaan lingkungan hidup tetap dilaksanakan bersama-sama seluruh siswa, yaitu setiap Rabu pagi jam pelajaran pertama. Bagi siswa kelas 1, 2 dan 3 pelaksanaan pembiasaan lingkungan tetap dilaksanakan di dalam kelas dengan didampingi guru kelas masing-masing,” ujar Murliati.

Selesai pelaksanaan pembiasaan lingkungan hidup yang berdurasi 1 jam pelajaran, tim Jakarta Eco School melakukan pembinaan lingkungan hidup melalui media permainan ular tangga tema perubahan iklim ukuran 6 x 6 meter. Gelaran permainan edukasi lingkungan ini terasa istimewa, karena Kepala SDN Benhil 12 Murliati ikut mendampingi para siswa yang bermain. Tidak jarang pula kepala sekolah ini membantu memberi penjelasan siswa tentang informasi yang terdapat pada ular tangga karya Tunas Hijau itu. (ron)

No TweetBacks yet. (Be the first to Tweet this post)