Pengolahan Sampah Kertas Di SDN RSBI Dukuh 9

Jakarta Timur- Suasana sekolah yang bersih dirasakan tim Jakarta Eco School saat pembinaan di SDN Dukuh 9 Jakarta Timur, Kamis (14/4). Di sekolah ini masing-masing siswa diharuskan membawa peralatan makan sendiri dari rumah. Tujuannya, mengurangi sampah pembungkus makanan yang dihasilkan warga sekolah. Selain itu, air minum galon sudah ada di setiap kelas. Pada pembinaan program yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau dan Freeport Peduli ini, peserta diajak memanfaatkan sampah kertas yang banyak dihasilkan di sekolah.

pembahasan tentang pentingnya kertas

Tawa terdengar dari salah satu ruang kelas sekolah itu, saat 40 siswa serius mengikuti permainan yang merupakan bagian dari pembinaan lingkungan hidup Jakarta Eco School. Selanjutnya pembahasan tentang pentingnya kertas disampaikan pada sesi pembinaan dalam ruangan itu. ”Pohon adalah bahan utama untuk membuat kertas yang selama ini kita gunakan. Bila saya dan teman-teman tidak menghemat kertas, maka pohon yang ada di hutan akan semakin banyak yang ditebang,” kata Suud, aktivis Tunas Hijau sambil menggambarkan alur proses pembuatan kertas dimulai dari penebangan pepohonan di hutan.

Lantas, bagaimana cara kita menghemat kertas dan sekaligus menyelamatkan hutan? Dijelaskan oleh Suud bahwa diantara langkahnya adalah tidak membuang lembaran kertas bila masih ada sisi kertas yang masih kosong atau belum dipakai. “Diantara caranya adalah menggunakan kedua sisi kertas. Jangan membuang kertas yang masih digunakan satu sisinya saja,” ungkap Suud sambil menunjukkan sampah kertas dari tempat sampah yang masih digunakan satu sisinya saja.

Praktek pembuatan kertas baru

Praktek pembuatan kertas baru dari sampah kertas menjadi aktivitas yang dilakukan para siswa saat pembinaan di luar ruangan. Pada dasarnya selain untuk mengurangi penebangan pohon di hutan, menghemat kertas juga akan mengurangi sampah yang ada di sekolah. Daur ulang kertas ini baru pertama kali dilakukan para siswa. Beberapa guru pun nampak tertarik mengikuti proses pembuatan kertas itu. ”Kegiatan seperti ini sangat bagus buat warga sekolah kami. Selain menambah wawasan tentang pemanfaatan limbah kertas juga sebagai tahap awal untuk melatih siswa untuk me-manage sampah dengan baik,” tutur Erna Suliastuti, salah satu guru yang ikut serta.

Selain daur ulang kertas, para siswa juga diajak untuk bermain ular tangga lingkungan hidup, yang di setiap kotaknya terdapat pesan peduli lingkungan. Azhar Ridha Lukman, salah seorang siswa yang ikut bermain ular tangga karya Tunas Hijau, menuturkan bahwa permainan ular tangga lingkungan sangat bermanfaat dan menarik. “Banyak warnanya. Selain bermain, kita juga bisa belajar tentang lingkungan,” kata Azhar Ridha saat memainkan permainan ular tangga itu.

Di akhir pembinaan, Kepala SDN Dukuh 09 Jakarta Timur Abdul Rosyid menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Freeport  Peduli itu sangat berarti sebagai awal mengelola sampah yang banyak dihasilkan warga sekolah setiap harinya. “Apalagi disertai dengan yang permainan ular tangga setiap kotaknya memiliki informasi lingkungan,” kata Abdul Rosyid. Lebih lanjut, diharapkan ada pembinaan lingkungan hidup berkelanjutan kepada warga SDN Dukuh 09 Jakarta Timur itu. (suud)

No TweetBacks yet. (Be the first to Tweet this post)