Lagu “Chaya-Chaya” Ikut Memeriahkan Lomba Yel-Yel Lingkungan Penutupan Jakarta Eco School

Jakarta- Yel-yel identik dengan nada suara dan melibatkan banyak orang. Biasanya yel-yel ini dilakukan untuk memberikan semangat pada diri sendiri maupun orang lain di dalam sebuah tim. Pada penutupan Jakarta Eco School oleh Freeport Peduli dan Tunas Hijau, Selasa (19/7), yel-yel ini dilombakan oleh seluruh sekolah peserta. Kekompakan ketika menyerukan yel-yel ini dapat menggambarkan sejauh mana para siswa ini memiliki semangat dan kemauan untuk melakukan hal yang selama ini diajarkan. Dengan yel-yel pula orang lain dapat diajak ikut peduli lingkungan dengan cara yang asyik.

Merubah lirik lagu terkenal merupakan hal yang lazim dilakukan untuk pembuatan yel-yel tersebut. Mulai dari lagu daerah, lagu pop, sampai lagu manca negara sering digunakan untuk memberikan kesan yang menarik bagi orang yang mendengarnya. Seperti lagu “Chaya-chaya” yang beberapa waktu terakhir populer dimainkan dengan gerakan ala Indianya oleh siswa dari SDN Rawajati 08 dan SMPN 227. Dengan memakai nada tersebut langsung saja sekolah ini menarik perhatian seluruh orang yang berada di Auditorium Kampus PascaSarjana UGM Jakarta untuk ikut melantunkan lagu tersebut secara bersamaan. Tidak ketinggalan lagu Tanjung Perak  juga ikut memeriahkan lomba yel-yel yang dinyanyikan oleh para siswa yang menjadi wakil lagu daerah yang ada.

Pakaian yang dikombinasi dengan pernak-pernik bahan daur ulang menjadi pesona tersendiri ketika para siswa menampilkan yel-yel di atas panggung. Mulai dari pakaian yang menggunakan tutup galon air mineral sebagai hiasan sampai mendaur ulang sampah plastik untuk topi mereka. Tak jarang pula yang menghiasi kostum yang digunakan dengan pernak-pernik kecil dari bahan daur ulang yang dirangkai sedemikian rupa. Alat musik dari bahan bekas juga digunakan demi memberikan sentuhan nada untuk memperindah el-yel yang mereka serukan.

Hanya dua sekolah yang dinobatkan sebagai yang terbaik dalam penampilan yel-yel lingkungan Jakarta Eco School. Dibagi menjadi dua kategori, yaitu untuk kategori sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Untuk kategori SMP, SMPN 227 Jakarta Selatan dinobatkan sebagai tim yel-yel lingkungan terbaik. Sementara untuk sekolah dasar, SDN Rawajati 08 jakarta mampu membius dewan juri dengan tarian chaya-chayanya untuk menjadi yang terbaik.

Tentu saja tidak hanya penampilan mereka yang terbaik, melainkan pesan lingkungan yang disampaikan melalui media yel-yel tersebut sangat bagus dan menarik untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan. Satu penghargaan lainnya juga diberikan kepada SDN Cilincing 02 Jakarta sebagai tim dengan kostum terbaik. (naren)

No TweetBacks yet. (Be the first to Tweet this post)